Mendisplinkan Anak Cerdas anda 0
Bagaimana cara orang tua mendisplinkan Anak Cerdasnya dengan tetap mengajarkan tanggung jawab dan membentuk rasa percaya dirinya ? Kita ingin ia merasa disayang dan bahagia, meskipun mungkin harus menghukum mereka.
Bagaimana cara orang tua mendisplinkan Anak Cerdasnya dengan tetap mengajarkan tanggung jawab dan membentuk rasa percaya dirinya ? Kita ingin ia merasa disayang dan bahagia, meskipun mungkin harus menghukum mereka.
Menjadi orang tua yang baik lebih berarti membantu Anak Cerdas anda belajar mengatasi rintangan dan musibah yang tak terelakkan dengan penuh rasa percaya diri.
Jika anda melibatkan diri untuk menolong mereka pada setiap keadaan, akan membuat mereka frustasi atau memberikan segala sesuatu yang mereka inginkan, sehingga tidak membantu mereka menguasai ketrampilan penting yang mereka butuhkan untuk dapat bertahan hidup di dunia dewasa kelak.
Anak – anak belajar dari apa yang mereka lihat, inilah salah satu alasan perlunya memperlakukan mereka dengan hormat. Adapun alasan lain yang lebih penting adalh untuk membantu perkembangan kepercayaan dan harga dirinya.
Sayangnya, banyak orang tua dalam kesehariannya sering menginterupsi, memberikan perintah, selalu menuntut, tidak sabar, bertingkah superior serta menggunakan intonasi atau kata yang melukai siapapun yang mendengarkan. Mereka bahkan tidak menyadari bahwa mereka telah bersikap kasar.
Jika Anak Cerdas anda tidak belajar untuk menyusun prioritas, dia hanya melakukan apapun yang diberikan padanya tanpa memikirkan apakah itu tepat untuk dilakukan.
Tanpa prioritas, dia mungkin akan tergoda untuk :
· melakukan pekerjaan termudah lebih dahulu supaya cepat selesai.
· melakukan semua pekerjaan kecil untuk mendapatkan kepuasaan bahwa dia sudah menyelesaikan beberapa proyek.
Tiga elemen terpenting untuk menjadi sukses adalah SIKAP, SIKAP dan SIKAP.
Jika Anak Cerdas anda mencari alasan mengapa sesuatu tidak dapat dilakukan, dia pasti akan menemukannya.
Jika Anak Cerdas anda mencari cara yang tepat untuk mewujudkannya, dia juga akan menemukannya !!!
Batasan antara menginginkan dengan membutuhkan seringkali membingungkan bagi mereka.
Jika Anak Cerdas anda yakin kalau dia membutuhkan semua yang dia inginkan, dia akan terbelenggu dengan perasaan sedih, frustasi dan gagal karena dia mungkin tidak dapat memiliki semua itu.
Anak yang tidak gemar membaca, akan sukar untuk mencapai kesuksesan terutama dalam bidang akademis di sekolah. Bagaimana tidak, anak – ana diberi bahan bacaan hampir di setiap mata pelajarannya.
Buatlah aktivitas membaca menjadi saat yang menarik dan menyenangkan.
Memberi kesempatan ketika anak ingin mencoba sesuatu yang baru (bahkan ketika anda yakin bahwa hal itu tidak akan berhasil). Pujilah keinginannya untuk mencoba, meskipun tidak berhasil.
Hal ini akan membantunya untuk memikirkan segalanya sebelum dia membuat keputusan karena kesuksesan seringkali bergantung pada perencanaan.
Batasan pribadi merupakan garis yang membatasi apa yang mereka lakukan atau membiarkan orang lain lakukan untuk mereka. Batasan ini dapat melindungi kita dari orang lain yang mencoba untuk merusak ketenangan fisik dan mental kita.
Beberapa orang menegakkan batasan mereka dengan menyerang atau membangun benteng untuk menghindari pengacau…
Jika ingin tahu perbedaannya, ajak dia untuk merasakannya…
· Jika anak merasa tertekan, itu berarti dia mencoba untuk menjadi sempurna.
· Jika dia merasa merasa frustasi, marah atau iri karena orang lain dapat melakukan lebih baijm itu berarti dia mencoba untuk menjadi sempurna.
Jika anak dibesarkan dengan celaan Ia belajar memaki Jika anak dibesarkan dengan permusuhan Ia belajar menentang Jika anak dibesarkan dengan cemoohan Ia belajar rendah diri Jika anak dibesarkan dengan toleransi Ia belajar jadi penyabar Jika anak dibesarkan dengan dorongan Ia belajar percaya diri Jika anak dibesarkan dengan pujian Ia belajar menghargai Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan Ia akan terbiasa berpendirian