Rahasia Kecerdasan Anak

SLC - Smart Living Center - Pusat Hidup Cerdas / Juara Dunia Kecerdasan


Oksitosin, si hormon mesra

Posted on July 20, 2010 by admin

Oksitosin (Oxytocin) sebagai hormon kelekatan sosial, diproduksi dalam jumlah banyak selama persalinan dan menyusui serta orgasme baik pria maupun wanita.

Pada wanita, tingkat oksitosin meningkat selama pijatan yang mengendurkan dan menurun sebagai respons saat merasa diabaikan atau ditinggalkan. Hormon ini mempengaruhi pengakuan dan ikatan sosial untuk memabngun kepercayaan dian antara orang sekitarnya. Oksitosin merangsang perilaku keibuan, membangkitkan gairah seksual, menurunkan tekanan darah, tingkat kortisol serta ketakutan. Boleh dikatakan dengan oksitosin tinggi, wanita lebih tenang, tidak terlalu cemas dan lebih sosial. Hormon estrogen meningkatkan efektivitas oksitosin. Oksitosin adalah hormon membuat perasaan senang atau dikenal sebagai hormon cinta dan ikatan.

Oksitosin menciptakan perasaan kelekatan. Kadarnya meningkat melalui persahabatan, berbagi, memperhatikan dan merawat. Kadarnya menurun saat merindukan, kehilangan, putus hubungan, merasa sendirian, diabaikan, dijauhi, tidak dibantu dan disepelekan. Perasaan dicintai menyebabkan kadar oksitosin tinggi, oleh karena hal ini, wanita akan sibuk berpikir untuk mengabdikan diri sepenuhnya serta menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangannya.

Untuk merasa senang, perlu percaya bahwa pasangannya peduli padanya, memahami, dan menghargai sehingga mengisi batin wanita. Kekecewaan atau mengharap lebih dari yang bisa diberikan oleh pria, menghambat produksi oksitosin.

Tingkat oksitosin wanita naik ketika dirinya membantu seseorang karena dia peduli terhadap orang tersebut, dan bukan karena dia dibayar atau pekerjaannya.

Ketika dia memberi untuk menerima, mengakibatkan testosteron, bukan oksitosin, yang meningkat.

Memberi dengan tulus merupakan penghasil oksitosin yang hebat. Rasa peduli, berbagi, dan berteman tanpa mengharapkan apa – apa, ataupun saat kita merawat diri sendiri.

Bekerja bersama wanita lain sambil membesarkan anak – anak dan saling merawat merupakan aktivitas, kebiasaan, dan situasi yang merangsang produksi oksitosin. Perangsang oksitosin yang mujarab, antara lain :

  • Berbagi
  • Komunikasi
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kecantikan
  • Kepercayaan
  • Kerja tim
  • Kepedulian
  • Tanggung jawab bersama
  • Konsistensi
  • Pujian
  • Kasih sayang
  • Kebajikan
  • Pengasuhan
  • Dukungan
  • Gotong royong
  • Kerjasama
  • Kerja kelompok
  • Rutinitas, ritme, dan kebiasaan

Dalam rumah dan dalam hubungan cintanya saat bebas merawat dirinya atau orang lain, tubuh wanita menghasilkan oksitosin. Saat merasa tergesa, bingung, dan tertekan naiklah tingkat stressnya.

Oksitosin mulai terbangun kembali saat merasa dilihat, didengarkan, dan dibantu kembali menyebabkan dirinya mengharapkan pelukan, obrolan dan kasih sayang kecil. Ketika dirinya tidak bisa mendapatkan apa yang dibutuhkannya di rumah serta kehangatan yang memudarm maka tingkat oksitosinnya menurun.


Leave a Reply




↑ Top