Meraih, mengapresiasi dan sukses
Tingkat testoteron normal berkaitan dengan rasa sukses pada pria. Untuk rasa senang dalam suatu hubungan, pria perlu merasa berhasil dalam memberikan kepuasan pada pasangan, berupa kepercayaan, penerimaan, dan apresiasi, tidak hanya mengisi batinnya, juga merangsang tingkat testoteron yang sehat.
Tantangan suatu hubungan menciptakan perasaan positif, meningkatkan testoteron yang lebih tinggi pula. Ketika pria mendapatkan apa yang diinginkannya, maka produksi testoteronnya akan meningkat.
Sukses atau akan sukses dalam hubungan mendorong peningkatan testoteron pria dan mempertahankan ketertarikannya pada wanita.
Kegagalan atau kemungkinan gagal memberi kebahagiaan pada pasangan menimbulkan stress pada pria dan menurunkan testoteronnya. Rasa percaya diri meningkatkan testoteron dan dengan merangsang testoteron akan meningkatkan rasa percaya diri pria. Hal ini terjadi dua arah. Diakui dan diterima merupakan hal yang sangat penting bagi kesejahteraan pria.
Mengapresiasi dan menerima apa yang dilakukannya atau memaafkan kelalaiannya merupakan cara paling suportif yang bisa dilakukan wanita terhadap pria.
Tidak sukses dalam pekerjaan atau mengkhawatirkan persoalan yang tidak dapat dia pecahkan, menurunkan tingkat testoteronnya, begitu juga semangatnya. Pria depresi memiliki testosteron rendah.
Alasan menarik diri dan melupakannya sejenak, membangun kembali rasa percaya diri dan testosteronnya, membuatnya siap kembali menghadapi masalah tadi dan memecahkannya secara efektif.
Beralih dari satu masalah ke masalah lain yang lebih mudah dipecahkan dapat membantu membangun kembali tingkat testosteron pria.
Lingkungan kerja konvensional, banyak aktivitas, tantangan, aturan dan situasi merangsang produksi testosteron, antara lain :
- Menentapkan tujuan.
- Kompetisi.
- Pemecahan masalah.
- Bertanggung jawab.
- Resiko.
- Bahaya.
- Dominasi.
- Sukses.
- Efisiensi.
- Urgensi.
- Uang.
- Hasil.
- Proyek.
- Hasil akhir.
- Kekuasaan.
Mengembangkan dan mempertahankan rasa percaya diri merupakan tantangan terpenting dalam hidup pria, menentukan perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan, antusiasme atau depresi.