Rahasia Kecerdasan Anak

SLC - Smart Living Center - Pusat Hidup Cerdas / Juara Dunia Kecerdasan


Mengapa Anak Malas Belajar? Sebuah Pertanyaan!

Posted on November 17, 2008 by admin

Dewasa ini banyak orangtua mengeluh bahwa anak mereka malas belajar dan bahwa kesenangannya hanyalah bermain.

Pertanyaannya adalah, mengapa?

1. Sekarang bersekolah telah melebihi pekerjaan purnawaktu dan anak membutuhkan porsi waktu santai yang lebih besar.

2. Kebanyakan proses pembelajaran di sekolah masih mengandalkan metode penghafalan dan penjelasan yang abstrak. Metode ini sangat kontras dengan permainan anak yang merangsang kreativitas. Itu sebabnya banyak anak tidak menyukai pelajaran sekolah dan memilih bermain.

3. Secara kodrati, memang anak berada pada tahap kehidupan di mana tugas utamanya adalah bermain, bukan belajar. Dengan kata lain, belajar merupakan tugas yang bertentangan dengan kodrat manusiawi anak.

Jika demikian, apa yang harus orangtua perbuat?

1. Sediakan (jadwalkan) waktu bermain, jangan sampai bermain merupakan waktu sisa (jika masih ada waktu). Bila anak mempunyai energi yang tinggi, jadwalkan aktivitas yang menguras tenaga.

2. Gunakan ilustrasi yang berasal dari dunia anak. Banyak konsep absrak dalam pelajaran yang memerlukan pengejawantahan.

3. Terima keterbatasan anak. Jika daya tangkapnya lemah, ia memerlukan pengulangan dan kejelasan. Kadang anak tidak bisa berkonsentrasi untuk jangka yang panjang, jadi, izinkan anak untuk beristirahat sejenak.

4. Ciptakan suasana santai. Jangan sampai anak ketakutan sebab anak tidak akan dapat belajar di tengah suasana yang tegang.

5. Senantiasa tekankan kepada anak bahwa yang terpenting bukanlah nilai melainkan pembelajaran itu sendiri dan bahwa yang kita tuntut adalah usaha, bukan hasil akhir.

6. Jangan korbankan relasi kita dengan anak hanya gara-gara masalah belajar.

Sumber: http://www.telaga.org/indeks_audio_lengkap Pride and Prejudice divx


2 Comments

  1. intan

    cara merayu anak spy belajar jd menarik..


  2. admin

    Hai Ibu Intan, wah senang sekali bila bisa bergabung di dalam blog ini.

    Menurut pengamatan dan pengalaman kami, anak - anak belajar berdasarkan emosi. Jadi mereka membutuhkan atmosfer belajar yang mendukung.

    Mereka memerlukan tahapan - tahapan dalam proses belajar mengajarnya.

    Tahapan awal atau yang dikenal sebagai warming up dan tahapan akhir yang dikenal sebagai cooling down sangat diperlukannya.

    Hal - hal apakah yang ada di dalam wanrming up serta cooling down ?

    Tentu saja hal - hal yang menarik secara emosi, yaitu hal - hal yang menyenangkan mereka dulu.

    Khususnya untuk warming up, hal ini sangat diperlukan untuk membuat si anak siap memasuki proses belajar…

    Isi dari warming up atau cooling down, bisa bermain dulu, intinya buat si anak merasa gembira. Bisa juga beri bahasa kasihnya ( ada lima jenis bahasa kasih yaitu : sentuhan fisik, pujian, hadiah, waktu berkualitas dan pelayanan )

    Setelah itu masuk ke menu utama yaitu belajar yang sesungguhnya.

    Sehabis menu utama selesai, jangan lupa ditutup dengan cooling down.

    Mengingat bahwa seorang anak belajar berdasarkan emosinya, maka sangat diperlukan untuk menutup tahapan proses belajar dengan sesuatu yang menyenangkan dirinya.

    Isi cooling down kurang lebih sama seperti warming up. Bisa juga ditutup dengan sebuah cerita moral.

    Anak mudah ingat namun mudah melupakan, oleh karena itu proses cooling down jangan sampai terlewatkan atau diabaikan.

    Kita sebagai pengajarnya perlu menghapus semua memori yang kurang baik saat menu utama disampaikan. Misal : selama proses belajar, kita terpaksa harus mendisiplinkan dia karena dia tidak memperhatikan kita. Bila diperlukan kedisiplinan dapat digunakan dalam menu utama.

    Oleh karena itu kita perlu menghapusnya dalam cooling down. Sehingga si anak mengingat hal akhir yang menyenangkan dan bersemangat untuk belajar di pertemuan berikutnya…

    Jadi rayuan yang Ibu maksud memang benar sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar si anak. Caranya buat dia senang dengan mengajak bermain hal - hal yang disenangin si anak dulu, beri cerita, atau berikan bahasa kasihnya. Singkat kata, diperlukan senyum si anak sebelum dan sesudah belajar…


Leave a Reply




↑ Top