Matematika vs Perasaan
Inferior Perietal Lobule kiri lebih berkembang pada pria, berhubungan dengan persepsi waktu dan kecepatan serta kemampuan untuk memutar figur tiga dimensi, kegemarannya bermain video games.
Wanita, Inferior Perietal Lobule sebelah kanan lebih besar, lebih emosional, perasa, dan intuitif. Wanita cenderung memahami dinamika permasalahan, berbagai hubungan antara bagian yang berbeda – beda dari permasalahan yang ada, memungkinkan otak untuk memproses informasi dari indera, khususnya pada atensi selektif, berhubungan dengan memori dan manipulasi hubungan spasial.
Pria bisa mengikuti bola di lapangan bola dari kejauhan, wanita lebih bisa melihat perasaan diri sendiri dan orang lain yang samar – samar. Salah satu kesulitan wanita adalah menafsirkan dengan tepat perasaan pria.
Amygdala, letaknya di bagian depan kedua sisi otak tepat di bawah permukaan, menentukan respons kita terhadap bahaya.
Bagian kanan lebih aktif pada pria, lebih banyak koneksi dari amygdala ke korteks visual sehingga dia lebih reaktif terhadap rangsang visual. Saat korteks visualnya aktif, hal ini adalah manifestasi dari hal yang merangsang energi di otaknya. Amygdala otak pria merupakan penentu reaksi terhadap stress dan bahaya, terhubung langsung dengan visual dan pengambilan ke pusat tindakan otaknya. Perilaku berlebihan yang spontan dengan memandangi wanita lain seringkali membuat pasangan terluka, padahal hal ini merupakan insting pria. Demi menghargai pasangan, pria harus menunjukkan lebih banyak perhatian kasih sayang pada pasangan sehingga pasangan mengerti bahwa ternyata pria mengasihinya.
Pada wanita, amygdala kiri lebih aktif, termasuk hipotalamus yang menerima signal dari sensor tubuh, sangat berkaitan dengan perasaan, sehingga mampu mengontrol lingkungan dalam tubuhnya, hal inilah menyebabkan wanita mampu semakin meningkatkan kepekaan terhadap apa yang terjadi dalam dirinya. Tubuh wanita didesain harus menghadapi stresor internal seperti kehamilan dan persalinan.