Kebutuhan mendesak ekonomi, membuat wanita sering menginginkan pria seperti wanita
Wanita bisa mengerjakan semua pekerjaan yang bisa dilakukan pria, caranya unik. Setara bukan berarti kita sama atau harus sama. Kita berbeda dan mendukung adanya perbedaan.
Penghargaan artinya menghormati sebagai dirinya sendiri dan secara terbuka mengapresiasi keadaannya.
Hubungan yang ideal, pria pulang ke rumah mendapati pasangan bahagia, sudah menyiapkan makan malam dan responsif terhadap gairah seksual dirinya.
Wanita masa kini kurang waktu, tenaga, dan angan – angan tidak realistis, ketika mereka pulang kerja, mereka juga berharap ada yang menyayangi dan suportif menunggu di rumah.
Tren hubungan cinta seperti ini menciptakan wilayah konflik yang baru. Wanita inginpria menjadi seperti wanita, mereka ingin tanggung jawab pria di rumah dan dalam hubungan setara.
Tanpa menyadari kerepotan mengurus rumah tangga yang berjalan mulus, pria mengharapkan sesuatu yang mustahil dari wanita.
Ekspetasi yang tidak realistis menjadikan perubahan peran gender hampir – hampir mustahil terjadi.
Pria bertahan dengan ekspektasi lama, wnaita menciptakan ekspektasi baru yang tidak realistis juga. Ekspektasi – ekspektasi tersebut memang bisa dimengerti, tetapi tidak realistis.
Wanita masa kini menanggung beban dua kali lebih berat, mereka merasakan tekanan ekonomi dan sosial bekerja di luar rumah, tekanan genetik kuno untuk mengurus keluarga.
Naluri wanita untuk merawat dan dorongan untuk menciptakan tempat yang nyaman menimbulkan kebutuhan dan standar yang dikembangkan secara turun menurun oleh garis keturunan wanita.
Pulang kerja mengakibatkan tingkat stress kebanyakan wanita meningkat. Wanita mengharapkan rumah yang cantik dan tertata rapi. Stress dirinya karena selalu mendapatkan rumah yang berantakan sehingga banyaklah pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Saat semua cantik dan rapi, barulah dirinya mampu bersantai menonton TV.
Dalam dunia pria, bersantai lebih didahulukan daripada mengurus rumah. Sedangkan dalam dunia wanita, rumah ini perlu dirapikan sebelum kita bersantai – santai. Ketika dirinya ingin beristirahat, wanita tidak bisa. Pikirannya sibuk dengan standar yang dipertahankannya. Kalau belum selesai, sulit baginya untuk beristirahat, bersantai atau melakukan sesuatu hanya karena dia senang melakukannya.
Wanita merupakan CEO di dalam rumah, mengorganisir rumah tangga, dan menentukan mana yang harus diselesaikan. Pria setengah hari sehingga wanita merasa lebih baik mengerjakan semuanya sendiri.
Wanita tidak bisa mengerti mengapa pasangan tidak memiliki motivasi berbagi tanggung jawab dan merasa kesal. Di bawah tekanan stress, wanita merasa tertekan akibat daftar panjang hal yang harus dilakukan.
Wanita berperan menjaga cinta kasih keluarga, dan hubungan. Wanita tidak lagi menjadi wanita. Wanita mengingatkan pria. Wanita menjaga kebijakan dan menginspirasi pria untuk menghayati tindakannya.
Pria mempunyai visi yang besar, tetapi wanitalah yang memberi fondasi bermakna. Bila wanita tidak bahagia, tak ada orang yang bahagia juga. Tekanan lain dari pria bisa dengan mudah membuatnya gusar.
Ketika wanita berubah menjadi pria, pria kehilangan tujuan, makna dan inspirasi hidup. Wanita pun perlu mengenali dan memahami apa yang bisa dan tidak bisa diberikan pria sebagai suatu bentuk dukungan.