Hal yang paling membuat stress dalam keseharian wanita
Bagi wanita berpartisipasi dalam aktivitas menghasilkan testosteron di lingkungan kerja. Sewaktu pulang di rumah, tanpa banyak oksitosin maka perannya sebagai pasangan, ibu, teman, dan pengurus rumah tangga seakan membingungkan. Dia ingin melakukan banyak hal namun tidak cukup waktu atau energi.
Sedangkan bagi pria, dengan lebih banyak tanggung jawab dan kurang waktu untuk memulihkan tingkat testosteronnya, pria semakin tidak berenergi.
Wanita butuh lebih banyak waktu dan bantuan pasangan, sementara pria kehabisan energi, mengakibatkan mereka berdua tidak bisa banyak memberi.
Mudah bagi pria untuk memberinya pelukan waktu mereka baru bertemu setelah pulang kerja dan melewatkan beberapa saat untuk memberi kesempatan padanya untuk menceritakan apa yang dialaminya hari itu. Wanita akan mempertimbangkan kebutuhan pasangan, dia tidak akan terlalu banyak menuntut dan membiarkannya menenangkan diri.
Sukses di lingkungan kerja penting bagi wanita, tapi tidak akan pernah memperbaiki kualitas hubungan yang dijalinnya kecuali jika dia menyediakan waktu untuk menyeimbangkan aktivitas yang memicu produksi testosteron dengan aktivitas dan sikap yang memicu produksi oksitosin.
Kualitas hubungan cinta yang terutama menurunkan tingkat stress wanita. Memahami perbedaan nyata keduanya dalam merespons stress.