Fokus tunggal PRIA vs Multitugas WANITA
Otak wanita memiliki corpus callosum, saraf yang menghubungkan otak belahan kanan dan kiri, lebih besar. Sedangkan pada pria 25 % lebih kecil sehingga pria tidak mudah menghubungkan perasaan dan pikiran seperti wanita.
Integrasi kedua lobus merupakan sumber “intuisi wanita”.
Koneksi lebih kuat meningkatkan kemampuan multitugas. Saat mendengarkan, dia berpikir, mengingat, merasakan, dan merencanakan secara bersamaan.
Otak oria terspesialisasi menggunakan bagian tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan. Pria mampu terfokus dan memblokir gangguan untuk jangka waktu cukup panjang.
Pria cenderung melakukan segala sesuatunya satu per satu, baik pada otak maupun dalam hidup mereka. Ketika pria stress, mudah melupakan pasangan dan kebutuhannya.
Wanita bisa dengan mudah menyalahartikan perilaku pelupa sebagai ketidakpedulian. Lebih sulit bagi wanita untuk meminta bantuan lagi.
Bagi wanita, mudah sekali mengalihkan perhatian ketika ada interupsi. Kalau pria kelihatan kesal, wanita perlu ingat bahwa sulit bagi pria untuk berpaling.
Wanita menjadi kesal ketika pria berusaha mengecilkan fokus pembicaraannya kepada satu titik. Pria bisa menyela dan memintanya untuk langsung kepada pokok persoalan.
Pria merasa pasangan tidak perlu melanjutkan karena dia sudah mengerti. Wanita masih dalam proses menemukan apa yang ingin dikatakannya, dia tahu pasangannya tidak bisa sepenuhnya memahami. Ketika wanita mengekpresikan diri, tidak hanya satu hal yang diungkapkannya. Dengan lebih banyak mendengarkan detail – detail yang diungkapkan wanita, pria dapat membantu pasangannya untuk kembali melihat dari sudut pandang yang terpusat dan tanpa stress.
Membiarkan pria sendiri serta mengabaikannya kadang merupakan cara terbaik untuk memberinya dukungan.
Pria memilah informasi, emosi dan persepsi ke dalam kotak – kotak tersendiri dalam otak. Wanita cenderung mengaitkan pengalaman menjadi satu, bereaksi terhadap sejumlah persoalan dengan seluruh otak.
Alasan mengapa wanita memiliki kecenderungan lebih besar untuk merasa bingung. Stress wanita cenderung berusaha mendapatkan informasi lebih banyak, pria cenderung memfokuskan pada hal terpenting untuk dilakukan.
Pria lebih mudah melepaskan diri dari otak kiri yang serius dan bertanggung jawab serta membiarkannya beristirahat dan melakukan regenerasi. Mengubah fokusnya pada hobby atau menonton TV, lalu merasa rileks. Secara otomatis dia memutuskan diri dari stress yang menyertai tanggung jawabnya. Pria dapat berpaling dan melepaskan diri dari kekhawatiran yang ada sehari – hari dengan lebih tenang.
Wanita tidak memungkinkan dirinya melepaskan diri dengan mudah. Ketika berada pada belahan kanan otak, saat berusaha untuk rileks atau bersenang – senang, dia masih terhubung dengan otak kiri yang analitis dan rasional.
Memahami perbedaan akan membantu pria menyadari bahwa tidak ada gunanya berkomentar pada wanita “Lupakan saja” atau “Jangan khawatirkan itu”.
Wanita bisa mengungkapkan apa yang mengganggu pikirannya.
Pria tidak bisa memecahkan masalah, cara mengatasinya dengan melupakan sampai dia bisa melakukan sesuatu.
Dengan mengingat persoalannya, wanita membebaskan diri dari cengkraman hal terhadap dirinya dan terhadap suasana hatinya.