Rahasia Kecerdasan Anak

SLC - Smart Living Center - Pusat Hidup Cerdas / Juara Dunia Kecerdasan


Flight or Fight ?

Posted on July 22, 2010 by admin

Merupakan reaksi otomatis keseluruhan tubuh terhadap sesuatu yang dipersepsikan sebagai serangan atau ancaman terhadap keberlangsungan kita, mempersiapkan kita untuk melindungi diri sendiri.

Ketika dalam bahaya, otak mengaktifkan sistem saraf pusat. Darah dialihkan dari saluran pencernaan dan diarahkan ke otot dan anggota badan untuk memberi kita energi ekstra dan bahan bakar untuk berlari dan berkelahi. Kesiagaan kita lebih tajam, dorongan kita lebih cepat.

Stress modern berkepanjangan, hormon stress beracun mengalir dalam tubuh sebagai respons peristiwa sebenarnya tidak memberi ancaman fisik terhadap kita.

Kita tidak membakar atau memetabolisme hormon stress dengan aktivitas fisik. Kita tidak bisa berlari dari ancaman yang kita persepsikan atau pergulatan secara fisik yang kita anggap sebagai lawan.

Banyak hal yang membuat kita stress sehari – hari dan bisa mengakibatkan kita menjadi agresif atau menunjukkan reaksi berlebihan. Respon fisik memberi efek buruk bagi kondisi emosi dan fisik kita.

Tumpukan hormon stress mengakibatkan sakit fisik, termasuk sakit kepala, gangguan perut, hipertensi, kelelahan kronis, depresi, dan alergi.

Respons tiga tahap pada tingkat fisiologis, psikologis, dan perilaku.

Secara fisik tahap siaga, tahap resistensi, rileks dan tahap lelah.

Respons psikologis terhadap stress mengakibatkan perasaan cemas, takut, marah, tegang, frustasi, tak berdaya, dan depresi.

Pada tingkat perilaku, menghilangkan perasaan tidak nyaman, makan, minum, merokok, minum obat, perilaku fight – or – flight bersikap argumen atau menarik diri.

Kombinasi antara vasopressin dan testosteron menekan produksi oksitosin sehingga lebih sulit bagi pria untuk merasa senang. Pria tidak memiliki penenang alami seperti pada wanita untuk menghadapi stress.

Aktivitas sehari – hari, wanita memiliki tingkat reaksi emosional lebih tinggi, saat menghadapi bahaya besar, pria siap bergulat, wanitalah yang mampu menenangkan.


Leave a Reply




↑ Top