<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>SLC - Smart Living Center - Pusat Hidup Cerdas / Juara Dunia Kecerdasan</title>
	<atom:link href="http://slcbali.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://slcbali.com</link>
	<description>Rahasia Kecerdasan Anak</description>
	<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 00:00:37 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pengorbanan yang baik</title>
		<link>http://slcbali.com/pengorbanan-yang-baik/</link>
		<comments>http://slcbali.com/pengorbanan-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 00:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[Energi pria : perbuatan berarti]]></category>

		<category><![CDATA[Energi wanita : menyayangi dan disayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Memberi hanya dapat merangsang tingkat oksitosin optimal kalau wanita merasa mendapat cinta, dukungan, dan kasih sayang. Ketika wanita merasa mendapat bantuan, dia dapat terus memberi.
Wanita bisa dengan mudah menghancurkan diri sendiri jikalau tidak belajar menahan diri. Pria lebih mencintai wanita yang tidak mengorbankan diri dan menerima apa yang dia berikan. Semakin wanita menerima bantuan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Memberi hanya dapat merangsang tingkat oksitosin optimal kalau wanita merasa mendapat cinta, dukungan, dan kasih sayang. Ketika wanita merasa mendapat bantuan, dia dapat terus memberi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Wanita bisa dengan mudah menghancurkan diri sendiri jikalau tidak belajar menahan diri. Pria lebih mencintai wanita yang tidak mengorbankan diri dan menerima apa yang dia berikan. Semakin wanita menerima bantuan yang diberikan pasangan, pria akan merasa semakin berhasil.</span></p>
<p><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Untuk memproduksi oksitosin, wanita perlu sama nyamannya dalam menerima maupun memberi. Wanita sulit mengatakan tidak terhadap keperluan orang lain. Pria <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>mencintai wanita yang merasa puas dan terpenuhi.</span></p>
<div></div>
<p><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Ketika pengorbanan jadi suatu beban, kita bisa menyebutnya sebagai pengorbanan negatif, tetapi jika pengorbanan itu berarti, maka disebut pengorbanan positif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Pengorbanan positif merupakan tindakan luar biasa dan penuh cinta. Kata <em style="mso-bidi-font-style: normal;">sacrifice</em> (pengorbanan) dalam bahasa Latin artinya menjadikan sakral. Pengorbanan positif menjadikan orang tersebut lebih istimewa dan menumbuhkan kasih sayang kita sehingga tidak merasa itu sebagai beban karena tahu untuk suatu tujuan yang baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Dalam proses tersebut, saya menumbuhkan kapasitas untuk menyayangi diri sendiri, pasangan, anak – anak, serta kehidupan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Penyesuaian dan kompromi diperlukan sehingga dapat ditransformasikan menjadi pengorbanan positif dan bermakna. Kemampuan memahami apa yang dia butuhkan sebagai bentuk kasih sayang dan pengertian membuat pengorbanan menjadi wajar dan bermakna. Hal yang diperlukan hanya penyesuaian sederhana dari pihak saya karena saya peduli terhadapnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Memahami kebutuhan yang berbeda dalam mengatasi stress membantu menjadikan pengorbanan menjadi bermakna.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Untuk menurunkan tingkat stressnya, dia hanya perlu rasa aman yang lebih besar. Meski awalnya menggerutu, perbuatan tersebut membuat saya merasa bagai pahlawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kebahagiaan dan tingkat energi wanita berasal dari perbuatan yang menghasilan oksitosin seperti menyayangi dan disayang, sementara kebahagiaan dan tingkat energi pria didapat terutama dari perbuatan berarti yang menghasilkan testosteron. </span><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Apa saja yang membuat pria merasa sukses akan merebut perhatiannya dan memberinya energi.</span></p>
<p> </p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/pengorbanan-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis tubuh dan stress</title>
		<link>http://slcbali.com/jenis-tubuh-dan-stress/</link>
		<comments>http://slcbali.com/jenis-tubuh-dan-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 00:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[Kesalahan : mengerjakan lebih banyak akan memberi kesem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Bentuk tubuh cenderung menjelaskan apa yang dialami para wanita. Ada tiga bentuk dasar tubuh, antara lain :
ENDOMORF : tubuhnya bulat, menimbun lemak ekstra pada bagian yang tidak diinginkan. Dirinya merasa terlalu banyak orang yang membutuhkan dirinya, sehingga secara perlahan dirinya merasa semakin lelah.
MESOMORF : tubuhnya lebih kekar, punya lemak ekstra dalam otot, akan kehabisan energi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Bentuk tubuh cenderung menjelaskan apa yang dialami para wanita. Ada tiga bentuk dasar tubuh, antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">ENDOMORF : tubuhnya bulat, menimbun lemak ekstra pada bagian yang tidak diinginkan. Dirinya merasa terlalu banyak orang yang membutuhkan dirinya, sehingga secara perlahan dirinya merasa semakin lelah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">MESOMORF : tubuhnya lebih kekar, punya lemak ekstra dalam otot, akan kehabisan energi ketika sedang stress. Tanpa oksitosin, stress naik dan merasa terlalu banyak hal yang harus dikerjakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">EKTOMORF : tubunya sangat ramping, tanpa oksitosin perasaan cemas dan kuatir meningkat. Tipe ini mengkuatirkan terlalu banyak hal.</span></p>
<p><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Alasan lelah karena produksi oksitosin tidak mencukupi untuk menghadapi stress. Mereka membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa mengerjakan lebih banyak akan memberi kesempatan bagi mereka untuk beristirahat. Gagasan ini malah menyebabkan wanita terbebani dan kelelahan.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/jenis-tubuh-dan-stress/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Alasan sebenarnya mengapa pria atau wanita lelah ?</title>
		<link>http://slcbali.com/alasan-sebenarnya-mengapa-wanita-capek/</link>
		<comments>http://slcbali.com/alasan-sebenarnya-mengapa-wanita-capek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 00:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[Kaborhidrat]]></category>

		<category><![CDATA[kafein atau gula memberi energi jarak pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Tubuh wanita didesain mempunyai daya tahan hampir dua kali lipat lebih tahan. Tubuh wanita mempunyai lemak 20 – 25 % lebih banyak daripada pria, hal inilah yang menyebabkan dirinya berpotensi tetap berenergi dan aktif selama dirinya tetap terjaga. Selain itu rasio lemak terhadap otot yang lebih tinggi ini memungkinkan produksi hormon ekstra selama kehamilan, juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-family: " lang="EN-US"><span style="font-size: small;">Tubuh wanita didesain mempunyai daya tahan hampir dua kali lipat lebih tahan. </span></span>Tubuh wanita mempunyai lemak 20 – 25 % lebih banyak daripada pria, hal inilah yang menyebabkan dirinya berpotensi tetap berenergi dan aktif selama dirinya tetap terjaga. Selain itu rasio lemak terhadap otot yang lebih tinggi ini memungkinkan produksi hormon ekstra selama kehamilan, juga beri tambahan energi. Energi yang dihasilkan sampai 20 kali lebih banyak energi daripada pria. Energi ekstra ini membantu otaknya tidak pernah istirahat untuk terus menerus berputar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;">Dalam keadaan “siaga” ini, apabila wanita menginginkan karbohidrat, kafein, atau gula dimana hal ini hanya memberi energi jangka pendek, sehingga wanita akan lebih cepat lelah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-family: " lang="EN-US"><span style="font-size: small;">Pria punya 30 % lebih otot, namun otot tersebut lebih cepat lemah, selain itu otot wanita dua kali lebih cepat daripada otot pria. </span></span> Wanita jadi lelah bukan karena otot melemah, namun karena mereka tidak menghasilkan cukup oksitosin. Solusi bagi wanita, carilah banyak aktivitas yang merangsang oksitosin untuk menurunkan tingkat stress lebih banyak, bukannya banyak beristirahat !</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-family: " lang="EN-US"><span style="font-size: small;">Hormon testosteron membangun kembali massa otot pria, istirahat menaikkan kembali tingkat testosteron pria. Semakin stress pria, semakin kosong pikirannya. Hal ini disebabkan karena stress merampas asam amino otak yang diperlukan untuk berpikir sehingga membutuhkan pemulihan. </span></span><span style="font-size: small;">Pesan positif pasangan dapat menurunkan stress dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk pulih.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/alasan-sebenarnya-mengapa-wanita-capek/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar panjang pekerjaan wanita</title>
		<link>http://slcbali.com/daftar-panjang-pekerjaan-wanita/</link>
		<comments>http://slcbali.com/daftar-panjang-pekerjaan-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 00:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[Pola hidup dan pola makan sehat menjaga oksitosin tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Wanita sekarang adalah generasi wanita yang bisa melakukan semuanya.
Semakin stress seorang wanita, semakin dia merasa bingung, gelisah, merasa lelah, serta terdesak ingin menyelesaikan semuanya. Dalam otak wanita, selalu saja masih ada hal yang harus dikerjakan. 
Stress mengakibatkan kepusingan, kelelahan, perasaan terdesak, serta &#8230;. stress yang lebih tinggi lagi !
Namun wanita dapat tetap memiliki energi tinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;">Wanita sekarang adalah generasi wanita yang bisa melakukan semuanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-family: " lang="EN-US"><span style="font-size: small;">Semakin stress seorang wanita, semakin dia merasa bingung, gelisah, merasa lelah, serta terdesak ingin menyelesaikan semuanya. </span></span><span style="font-size: small;">Dalam otak wanita, selalu saja masih ada hal yang harus dikerjakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small;">Stress mengakibatkan kepusingan, kelelahan, perasaan terdesak, serta &#8230;. stress yang lebih tinggi lagi !</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-family: " lang="EN-US"><span style="font-size: small;">Namun wanita dapat tetap memiliki energi tinggi bila menjaga pola hidup dan pola makan yang sehat karena hal ini menghasilkan banyak oksitosin yang menurunkan tingkat stressnya. </span></span><span style="font-size: small;">Mereka akan tetap dapat kenikmatan dalam menjalankan semua tanggung jawabnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="font-size: small;">Meskipun dia tetap memiliki daftar panjang pekerjaan, mereka tidak lagi segan melakukannya. Bahkan wanita merasa bahagia dan bangga mengerjakan semuanya.</span></p>
<p><span style="line-height: 14px;">Selamat beraktifitas yach !</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/daftar-panjang-pekerjaan-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Stress dan Seks</title>
		<link>http://slcbali.com/stress-dan-seks/</link>
		<comments>http://slcbali.com/stress-dan-seks/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 00:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[Cara kreatif untuk meningkatkan tingkat testosteron dan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tingkat oksitosin optimal, memberikan sumber energi tidak pernah habis serta kemampuan untuk menikmati seks, disertai komunikasi yang baik, maka keintiman seksual bisa menjadi salah satu cara paling manjur bagi wanita untuk menurunkan tingkat stress, sebab oksitosin juga dihasilkan oleh rangsangan seksual dan orgasme.
Wanita yang aktif secara seksual cenderung menginginkan lebih banyak lagi hubungan seksual [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kalau tingkat oksitosin optimal, memberikan sumber energi tidak pernah habis serta kemampuan untuk menikmati seks, disertai komunikasi yang baik, maka keintiman seksual bisa menjadi salah satu cara paling manjur bagi wanita untuk menurunkan tingkat stress, sebab oksitosin juga dihasilkan oleh rangsangan seksual dan orgasme.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Wanita yang aktif secara seksual cenderung menginginkan lebih banyak lagi hubungan seksual karena seks menghasilkan aliran hormon.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Setelah stress seharian, seks menjadi hal terakhir yang terlintas dalam pikiran wanita. Urutan paling bawah dalam daftar hal – hal yang harus dikerjakan, seringnya stress mengganggu gairah seks wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Wanita yang berorientasi pada testosteron, menginginkan seks ketika stress dan tingkat oksitosin rendah. Melakukan hubungan seksual, menemukan perasaan lega, testosteron tinggi memiliki gairah seksual tinggi tidak mampu mencapai klimaks atau tidak terpuaskan dengan satu kali klimaks.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Hal ini bisa membuat frustasi kedua belah pihak, pria ingin berhasil memuaskan pasangan, wanita ingin terpuaskan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Terlalu banyak testosteron dapat mengganggu kemampuan wanita untuk mendapatkan seks yang memuaskan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Aktivitas seksual menghasilkan testosteron pada pria, orgasme mengeluarkan oksitosin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Efek menenangkan aliran hormon penyebab pria sering tertidur setelah itu, pria perlu jarak setelah selesai melakukan hubungan seks.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Sementara meningkatnya oksitosin membuat wanita ingin berpelukan, dinamika meningkatnya oksitosin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Memahami dan menerima bahwa pria kadang menjauh setelah berhubungan seks, merupakan saat dimana wanita merasa paling dekat, membantu menghindari perasaan tidak senang.</span></p>
<p><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Seks teratur dan memuaskan merupakan anugerah yang besar bagi suatu hubungan cinta. Perlu kreatif dalam menemukan cara baru untuk membantu wanita menaikkan tingkat oksitosinnya. Ketika wanita merasa rileks, dia bisa kembali menikmati seksualitasnya.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/stress-dan-seks/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita sebagai korban stress</title>
		<link>http://slcbali.com/wanita-sebagai-korban-stress/</link>
		<comments>http://slcbali.com/wanita-sebagai-korban-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 00:00:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[Dukungan yang diperlukan wanita untuk dapat menghadapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengatasi stress, wanita tidak menarik diri atau menjadi kasar melainkan melakukan kontak sosial, terutama dengan wanita lain, serta menghabiskan waktu untuk mengurus anak – anak mereka.
Reaksi dan perilaku merawat. Situasi dan kondisi wanita bisa merawat orang lain atau secara emosional terbentuk jalinan merupakan perangsang oksitosin yang mujarab.
Lingkungan kerja di luar rumah mengambil keputusan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Untuk mengatasi stress, wanita tidak menarik diri atau menjadi kasar melainkan melakukan kontak sosial, terutama dengan wanita lain, serta menghabiskan waktu untuk mengurus anak – anak mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Reaksi dan perilaku merawat. Situasi dan kondisi wanita bisa merawat orang lain atau secara emosional terbentuk jalinan merupakan perangsang oksitosin yang mujarab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Lingkungan kerja di luar rumah mengambil keputusan dan menetapkan prioritas berdasarkan hasil, bukan berdasarkan kebutuhan orang lain serta sikap profesional memancing produksi testosteron, tidak menurunkan tingkat stress wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Sendirian tanpa mendapat dukungan masyarakat atau wanita lain. Perasaan ditinggalkan ini semakin meningkatkan stress wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Perlu menerapkan pola pikir dan sistem dukungan dari pekerjaan, teman, dan keluarga yang dapat merangsang produksi oksitosin rutin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Tanpa dukungan ini, wanita akan merasa tidak sanggup menghadapi pasangan. Memahami perilaku yang menghasilkan oksitosin dapat sepenuhnya mengubah cara pria menafsirkan perilaku wanita. Misalnya, ketika wanita mengeluh dia tidak mendapat cukup dukungan, atau merasa butuh membicarakan masalah yang dihadapinya, bukan berarti dia tidak menghargai apa yang dihargai pasangan. Malahan, perilakunya bisa jadi merupakan indikasi bahwa dia berusaha mengatasi stress dengan cara menaikkan tingkat oksitosinnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Membicarakan persoalan yang dihadapi dengan seseorang yang dicintai dapat menaikkan tingkat oksitosin pada wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Berbicara dan berbagi, pria bisa salah mengartikan<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>bahwa wanita mencari pemecahan masalah dari dirinya, memotong pembicaraan wanita untuk memberi solusi, karena memecahkan masalah merupaan salah satu cara untuk menjadikan dirinya merasa lebih baik ketika dalam keadaan stress. Memecahkan masalah akan menaikkan tingkat testosteronnya.</span></p>
<p><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Setelah pria memahami bahwa hanya dengan mendengarkan pasangan saja sudah cukup membuat wanita merasa lebih baik, tingkat testosteron juga akan naik, karena dia tahu pada dasarnya dia juga sudah memecahkan masalah.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/wanita-sebagai-korban-stress/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Merawat dan Berteman</title>
		<link>http://slcbali.com/merawat-dan-berteman/</link>
		<comments>http://slcbali.com/merawat-dan-berteman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 00:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[Pria dalam kelompok besar]]></category>

		<category><![CDATA[Wanita dalam kelompok kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Respons stress untuk melindungi diri saat hamil, menyusui, atau mengasuh anak. Respons merawat – berteman untuk meningkatkan kemungkinan bertahan. Ancaman lebih mudah diatasi secara kelompok, ikatan merupakan mekanisme perlindungan bagi ibu dan anak – anaknya.
Karena kehamilan, menyusui, dan mengasuh anak menjadikan wanita rapuh terhadap ancaman dari luar.
Dengan menciptakan jejaring memberi wanita perlindungan dan bantuan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Respons stress untuk melindungi diri saat hamil, menyusui, atau mengasuh anak. Respons merawat – berteman untuk meningkatkan kemungkinan bertahan. Ancaman lebih mudah diatasi secara kelompok, ikatan merupakan mekanisme perlindungan bagi ibu dan anak – anaknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Karena kehamilan, menyusui, dan mengasuh anak menjadikan wanita rapuh terhadap ancaman dari luar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Dengan menciptakan jejaring memberi wanita perlindungan dan bantuan dalam membesarkan anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Pria bergabung dalam kelompok lebih besar untuk membantu pertahanan dan perang, wanita kelompok kecil memberi dukungan emosional dan perawatan.</span></p>
<p><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Wanita tidak memiliki kekuatan, ukuran atau massa otot yang diperlukan untuk melindungi diri sendiri seperti pada pria.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/merawat-dan-berteman/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Flight or Fight ?</title>
		<link>http://slcbali.com/flight-or-fight/</link>
		<comments>http://slcbali.com/flight-or-fight/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 00:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[Stress pada pria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Merupakan reaksi otomatis keseluruhan tubuh terhadap sesuatu yang dipersepsikan sebagai serangan atau ancaman terhadap keberlangsungan kita, mempersiapkan kita untuk melindungi diri sendiri.
Ketika dalam bahaya, otak mengaktifkan sistem saraf pusat. Darah dialihkan dari saluran pencernaan dan diarahkan ke otot dan anggota badan untuk memberi kita energi ekstra dan bahan bakar untuk berlari dan berkelahi. Kesiagaan kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Merupakan reaksi otomatis keseluruhan tubuh terhadap sesuatu yang dipersepsikan sebagai serangan atau ancaman terhadap keberlangsungan kita, mempersiapkan kita untuk melindungi diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Ketika dalam bahaya, otak mengaktifkan sistem saraf pusat. Darah dialihkan dari saluran pencernaan dan diarahkan ke otot dan anggota badan untuk memberi kita energi ekstra dan bahan bakar untuk berlari dan berkelahi. Kesiagaan kita lebih tajam, dorongan kita lebih cepat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Stress modern berkepanjangan, hormon stress beracun mengalir dalam tubuh sebagai respons peristiwa sebenarnya tidak memberi ancaman fisik terhadap kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kita tidak membakar atau memetabolisme hormon stress dengan aktivitas fisik. Kita tidak bisa berlari dari ancaman yang kita persepsikan atau pergulatan secara fisik yang kita anggap sebagai lawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Banyak hal yang membuat kita stress sehari – hari dan bisa mengakibatkan kita menjadi agresif atau menunjukkan reaksi berlebihan. Respon fisik memberi efek buruk bagi kondisi emosi dan fisik kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Tumpukan hormon stress mengakibatkan sakit fisik, termasuk sakit kepala, gangguan perut, hipertensi, kelelahan kronis, depresi, dan alergi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Respons tiga tahap pada tingkat fisiologis, psikologis, dan perilaku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Secara fisik tahap siaga, tahap resistensi, rileks dan tahap lelah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Respons psikologis terhadap stress mengakibatkan perasaan cemas, takut, marah, tegang, frustasi, tak berdaya, dan depresi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Pada tingkat perilaku, menghilangkan perasaan tidak nyaman, makan, minum, merokok, minum obat, perilaku fight – or – flight bersikap argumen atau menarik diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kombinasi antara vasopressin dan testosteron menekan produksi oksitosin sehingga lebih sulit bagi pria untuk merasa senang. Pria tidak memiliki penenang alami seperti pada wanita untuk menghadapi stress.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Aktivitas sehari – hari, wanita memiliki tingkat reaksi emosional lebih tinggi, saat menghadapi bahaya besar, pria siap bergulat, wanitalah yang mampu menenangkan.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/flight-or-fight/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hal yang paling membuat stress dalam keseharian wanita</title>
		<link>http://slcbali.com/hal-yang-paling-membuat-stress-dalam-keseharian-wanita/</link>
		<comments>http://slcbali.com/hal-yang-paling-membuat-stress-dalam-keseharian-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2010 00:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[Sediakan waktu untuk menyeimbangkan aktivitas yang memi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Bagi wanita berpartisipasi dalam aktivitas menghasilkan testosteron di lingkungan kerja. Sewaktu pulang di rumah, tanpa banyak oksitosin maka perannya sebagai pasangan, ibu, teman, dan pengurus rumah tangga seakan membingungkan. Dia ingin melakukan banyak hal namun tidak cukup waktu atau energi.
Sedangkan bagi pria, dengan lebih banyak tanggung jawab dan kurang waktu untuk memulihkan tingkat testosteronnya, pria [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Bagi wanita berpartisipasi dalam aktivitas menghasilkan testosteron di lingkungan kerja. Sewaktu pulang di rumah, tanpa banyak oksitosin maka perannya sebagai pasangan, ibu, teman, dan pengurus rumah tangga seakan membingungkan. Dia ingin melakukan banyak hal namun tidak cukup waktu atau energi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Sedangkan bagi pria, dengan lebih banyak tanggung jawab dan kurang waktu untuk memulihkan tingkat testosteronnya, pria semakin tidak berenergi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Wanita butuh lebih banyak waktu dan bantuan pasangan, sementara pria kehabisan energi, mengakibatkan mereka berdua tidak bisa banyak memberi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Mudah bagi pria untuk memberinya pelukan waktu mereka baru bertemu setelah pulang kerja dan melewatkan beberapa saat untuk memberi kesempatan padanya untuk menceritakan apa yang dialaminya hari itu. Wanita akan mempertimbangkan kebutuhan pasangan, dia tidak akan terlalu banyak menuntut dan membiarkannya menenangkan diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Sukses di lingkungan kerja penting bagi wanita, tapi tidak akan pernah memperbaiki kualitas hubungan yang dijalinnya kecuali jika dia menyediakan waktu untuk menyeimbangkan aktivitas yang memicu produksi testosteron dengan aktivitas dan sikap yang memicu produksi oksitosin.</span></p>
<p><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kualitas hubungan cinta yang terutama menurunkan tingkat stress wanita. Memahami perbedaan nyata keduanya dalam merespons stress.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/hal-yang-paling-membuat-stress-dalam-keseharian-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Oksitosin, si hormon mesra</title>
		<link>http://slcbali.com/oksitosin-si-hormon-mesra/</link>
		<comments>http://slcbali.com/oksitosin-si-hormon-mesra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 00:00:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluarga Cerdas]]></category>

		<category><![CDATA[hormon oksitosin harus tinggi selalu]]></category>

		<category><![CDATA[Kebutuhan wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Oksitosin (Oxytocin) sebagai hormon kelekatan sosial, diproduksi dalam jumlah banyak selama persalinan dan menyusui serta orgasme baik pria maupun wanita.
Pada wanita, tingkat oksitosin meningkat selama pijatan yang mengendurkan dan menurun sebagai respons saat merasa diabaikan atau ditinggalkan. Hormon ini mempengaruhi pengakuan dan ikatan sosial untuk memabngun kepercayaan dian antara orang sekitarnya. Oksitosin merangsang perilaku keibuan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Oksitosin (Oxytocin) sebagai hormon kelekatan sosial, diproduksi dalam jumlah banyak selama persalinan dan menyusui serta orgasme baik pria maupun wanita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Pada wanita, tingkat oksitosin meningkat selama pijatan yang mengendurkan dan menurun sebagai respons saat merasa diabaikan atau ditinggalkan. Hormon ini mempengaruhi pengakuan dan ikatan sosial untuk memabngun kepercayaan dian antara orang sekitarnya. Oksitosin merangsang perilaku keibuan, membangkitkan gairah seksual, menurunkan tekanan darah, tingkat kortisol serta ketakutan. Boleh dikatakan dengan oksitosin tinggi, wanita lebih tenang, tidak terlalu cemas dan lebih sosial. Hormon estrogen meningkatkan efektivitas oksitosin. Oksitosin adalah hormon membuat perasaan senang atau dikenal sebagai hormon cinta dan ikatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Oksitosin menciptakan perasaan kelekatan. Kadarnya meningkat melalui persahabatan, berbagi, memperhatikan dan merawat. Kadarnya menurun saat merindukan, kehilangan, putus hubungan, merasa sendirian, diabaikan, dijauhi, tidak dibantu dan disepelekan. Perasaan dicintai menyebabkan kadar oksitosin tinggi, oleh karena hal ini, wanita akan sibuk berpikir untuk mengabdikan diri sepenuhnya serta menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Untuk merasa senang, perlu percaya bahwa pasangannya peduli padanya, memahami, dan menghargai sehingga mengisi batin wanita. Kekecewaan atau mengharap lebih dari yang bisa diberikan oleh pria, menghambat produksi oksitosin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Tingkat oksitosin wanita naik ketika dirinya membantu seseorang karena dia peduli terhadap orang tersebut, dan bukan karena dia dibayar atau pekerjaannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Ketika dia memberi untuk menerima, mengakibatkan testosteron, bukan oksitosin, yang meningkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Memberi dengan tulus merupakan penghasil oksitosin yang hebat. Rasa peduli, berbagi, dan berteman tanpa mengharapkan apa – apa, ataupun saat kita merawat diri sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Bekerja bersama wanita lain sambil membesarkan anak – anak dan saling merawat merupakan aktivitas, kebiasaan, dan situasi yang merangsang produksi oksitosin. Perangsang oksitosin yang mujarab, antara lain :</span></p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Berbagi</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Komunikasi</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Keamanan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kebersihan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kecantikan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kepercayaan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kerja tim</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kepedulian</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Tanggung jawab bersama</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Konsistensi</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Pujian</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kasih sayang</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kebajikan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Pengasuhan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Dukungan</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Gotong royong</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kerjasama</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Kerja kelompok</span></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt; mso-list: l0 level1 lfo1;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Rutinitas, ritme, dan kebiasaan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 10pt;"><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Dalam rumah dan dalam hubungan cintanya saat bebas merawat dirinya atau orang lain, tubuh wanita menghasilkan oksitosin. Saat merasa tergesa, bingung, dan tertekan naiklah tingkat stressnya.</span></p>
<p><span style="line-height: 115%; font-family: " lang="EN-US">Oksitosin mulai terbangun kembali saat merasa dilihat, didengarkan, dan dibantu kembali menyebabkan dirinya mengharapkan pelukan, obrolan dan kasih sayang kecil. Ketika dirinya tidak bisa mendapatkan apa yang dibutuhkannya di rumah serta kehangatan yang memudarm maka tingkat oksitosinnya menurun.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slcbali.com/oksitosin-si-hormon-mesra/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
