Efek samping lain yang berbahaya dari peningkatan hormon stress
Ada kaitan antara kortisol, obesitas, dan penumpukan lemak dalam tubuh. Stress dan peningkatan kadar kortisol mengakibatkan lemak tertimbun di bagian perut, sebagai lemak toksik atau beracun, mengakibatkan stroke dan serangan jantung.
Kadar kortisol tinggi mengakibatkan pola makan buruk, seperti mengemil makanan berlemak atau berkarbohidrat tinggi. Kortisol merangsang pelepasan insulin, berakibat meningkatnya selera makan. Kenaikan berat badan menimbulkan diabetes. Menjaga pola makan yang baik lebih penting daripada menjalani gaya hidup yang tergesa – gesa.
Makanan tidak baik adalah makanan paling diinginkan ketika sedang stress.
Ketika berat badan normal, kita merasa lebih menarik dan pasangan lebih tertarik pada anda. Kita harus belajar mengelola stress agar tumbuh bersama sampai tua dalam cinta dan tubuh yang sehat karena hal ini akan membangkitkan potensi lebih berenergi, bergairah, bersabar dan berbahagia.
Dalam keadaan stress, wanita lebih banyak menghasilkan kortisol daripada pria. Kortisol meningkat, kita hanya membakar karbohidrat atau gula untuk energi, bukan kombinasi sehat karbohidrat dan lemak.
Bila lemak tidak bisa terbakar secara efisien, sulit menurunkan berat badan dan menjadi kurang berenergi. Membakar lemak akan memberi 20 kali lebih banyak energi daripada membakar karbohidrat. Membakar karbohidrat hanya memberi kobaran energi cepat dan sementara.
Bila kortisol tinggi, karbohidrat akan dibakar menghasilkan hasil samping asam laktik. Kelebihan penimbunan asam laktik akan menyebabkan kalsium diluruhkan dari tulang untuk menentralkan asam tersebut.
Mengatasi kecemasan dan depresi dengan menerapkan program makanan pembersih, lemak sehat dan suplemen alami sangat dianjurkan.
