DOMINIC BRIAN breaks GUINNESS WORLD RECORDS
DOMINIC BRIAN Profile
Dominic Brian, lahir di Surabaya pada tanggal 26 November 1996. Tumbuh besar di Kuta – BALI bersama kedua orang tua yang bernama Gidion Hindarto dan Debora Intan Trisna sampai hari ini.
Pernah mengikuti kelas bermain di kelompok bermain Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya), Surabaya dan kelompok bermain Nurserry Segara Village Hotel, Sanur – BALI. Melanjutkan ke Taman Kanak – Kanak di TK Katolik Soverdi, Kuta - BALI dan TK CHIS – Denpasar BALI (Chung Hwa Indonesian School). Kemudian melanjutkan Sekolah Dasar di SD CHIS selama 6 tahun. Sekarang dia ikut program home schooling di ATI (Advanced Training Institute) dari USA yang dididik dan diasuh langsung oleh kedua orang tuanya.
Masa kehamilan triwulan awal yang bermasalah dialami oleh ibundanya, disinilah awal cerita bagi kehidupan Brian. Kedua orang tuanya sangat bersikukuh untuk tetap mempertahankan janin ini. Hari demi hari dilaluinya dengan berdoa bersama janin ini.
Brian bertumbuh sebagai anak bahkan remaja yang selalu ingin tahu, mengejar kemauan (impian), rendah hati dan suka berimajinasi. Hal inilah yang membuat dirinya mencapai beberapa prestasi dan penghargaan yang diperolehnya.
Saat usia 5 tahun, dia dapat memecahkan rekor nasional MURI (MUSIUM REKOR INDONESIA) dengan mengingat 100 digit angka secara acak dalam waktu 12 menit dimana rekor ini belum ada yang memecahkan sampai saat ini dan sekarang saat usianya 12 tahun, Brian kembali mencetak dua rekor baru baik rekor nasional MURI dalam hal mengingat 1 dek kartu bridge (52 buah) dalam waktu 100 detik serta rekor dunia GUINNESS WORLD RECORDS dalam hal hal mengingat 76 angka secara acak dalam waktu 1 menit.
Kedua orang tua Brian mengatakan bahwa Brian adalah anak TUHAN yang dititipkan pada mereka untuk dibesarkan dan dididik. Acara dan prestasi ini dibuat bagi para orang tua dan pendidik agar dapat melihat, menemukan dan menggali titipanNYA karena tiap orang tua dan pendidik mempunyai kesempatan yang sama.