<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments for slcbali.com</title>
	<atom:link href="http://slcbali.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://slcbali.com</link>
	<description>Rahasia Kecerdasan Anak</description>
	<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 04:34:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
		<item>
		<title>Comment on Disiplin dan Emosi Anak by Rudolf Juenger</title>
		<link>http://slcbali.com/disiplin-dan-emosi-anak/#comment-463</link>
		<dc:creator>Rudolf Juenger</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 11:52:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=10#comment-463</guid>
		<description>Well, the article is actually the sweetest on this notable topic. I harmonise with your conclusions and will thirstily look forward to your next updates. Saying thanks will not just be sufficient, for the extraordinary lucidity in your writing. I will directly grab your rss feed to stay abreast of any updates. Solid work and much success in your business efforts!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Well, the article is actually the sweetest on this notable topic. I harmonise with your conclusions and will thirstily look forward to your next updates. Saying thanks will not just be sufficient, for the extraordinary lucidity in your writing. I will directly grab your rss feed to stay abreast of any updates. Solid work and much success in your business efforts!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Brian, Pemecah rekor dunia GUINNESS WORLD RECORDS by ika</title>
		<link>http://slcbali.com/brian-pemecah-rekor-dunia-guinness-world-records/#comment-452</link>
		<dc:creator>ika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 00:40:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=24#comment-452</guid>
		<description>Luar biasa Dominic,dapat membanggakan Indonesia tercinta!!!Aku salut malihatmu ^.^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Luar biasa Dominic,dapat membanggakan Indonesia tercinta!!!Aku salut malihatmu ^.^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tentang SLC Bali by Andhy</title>
		<link>http://slcbali.com/about/#comment-434</link>
		<dc:creator>Andhy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 15:22:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?page_id=2#comment-434</guid>
		<description>Sukses selalu tuk SLC. Jgn pernah menyerah dan maju terus pantang mundur.....jadilah yg terbaik di seluruh dunia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sukses selalu tuk SLC. Jgn pernah menyerah dan maju terus pantang mundur&#8230;..jadilah yg terbaik di seluruh dunia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hadiah Buat Anak&#8230; by kotak mainan</title>
		<link>http://slcbali.com/hadiah-buat-anak/#comment-427</link>
		<dc:creator>kotak mainan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 02:53:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=11#comment-427</guid>
		<description>Artikel menarik.
Memberikan hadiah untuk anak harus mempertimbangkan faktor manfaat dan kegunaan, serta keamanan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel menarik.<br />
Memberikan hadiah untuk anak harus mempertimbangkan faktor manfaat dan kegunaan, serta keamanan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mendampingi dan Membimbing Anak Penurut by online</title>
		<link>http://slcbali.com/mendampingi-dan-membimbing-anak-penurut/#comment-358</link>
		<dc:creator>online</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 23:16:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=19#comment-358</guid>
		<description>apa yang saya cari, terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa yang saya cari, terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Disiplin dan Emosi Anak by admin</title>
		<link>http://slcbali.com/disiplin-dan-emosi-anak/#comment-357</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 14:18:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=10#comment-357</guid>
		<description>Hallo juga Ibu Lani,

Senang sekali bisa berkenalan dan berjumpa dengan Ibu meskipun melalui web blog SLC. Kami juga bisa merasakan apa yang dialami oleh keponakan ibu.

Menurut dari beberapa referensi yang diketahui bahwa wajar bila pada usia belia, anak – anak menjadi kesulitan mengkontrol tingkah laku (impulsif). Namun ketidakmampuan masa kanak – kanak yang umum ini jangan sampai berlanjut sampai masa remaja bahkan dewasa. Oleh karena itu kita perlu mencari akar masalah mengapa keponakan ibu menjadi impulsif.

Kemarahan yang ditunjukkan dengan sering menyahut, meninju atau mendorong teman, membanting barang, membalik kursi ke meja sehingga pecah adalah bentuk ekspresi dari komunikasi yang ingin ditunjukkannya kepada orang lain. Akar dari kemarahan inilah yang seharusnya dicari dengan cara komunikasi terbuka dari hati ke hati. Posisikan diri kita sebagai anak yang masih berusia 7 tahun yaitu dengan menggunakan bahasa dan cara berpikir (menganalisa keadaan) anak seusianya.

ADHD atau yang dikenal sebagai attention deficit hyperactivity disorder ditunjukkan dengan kesulitan tetap fokus (kurang perhatian), kesulitan mengkontrol tingkah laku (impulsif), dan hiperaktif (aktif yang berlebihan). Seseorang boleh dikatakan sebagai penyandang ADHD apabila mempunyai diagnosa ketidakmampuan yang ditunjukkan dengan enam tanda – tanda di bawah ini atau lebih, selama enam bulan atau lebih, serta gejala yang ditunjukkan lebih banyak daripada seumurnya.

Adapun gejala – gejala ADHD dapat digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu :
1. Predominantly hyperactive-impulsive (Dominansi hiperaktif – impulsif)
Menunjukkan enam gejala atau lebih dari kategori hiperaktf – impulsif.
2. Predominantly inattentive (Dominansi kurang memperhatikan)
Sebagian besar enam gejala atau lebih dari gejala kurang memperhatikan. Mereka kurang tertarik terhadap kebersamaan atau mempunyai kesulitan bersama teman – teman yang lain. Mereka mampu duduk diam namun mereka tidak dapat memperhatikan hal yang mereka lakukan. Oleh karena itu, anak ini mungkin terabaikan, dan kedua orang tua dan para guru tidak memperhatikan bahwa anak ini ADHD.
3. Combined hyperactive-impulsive and inattentive (Kombinasi hiperaktif – impulsif dan kurang memperhatikan). Kebanyakan anak merupakan tipe kombinasi ini. Perawatan dapat menyembuhkan beberapa penyandang gejala ini, namun tetap tidak dapat sembuh total. Dengan perawatan, banyak orang dengan ADHD dapat sukses di sekolah dan memimpin kehidupan yang produktif.

Anak – anak yang mempunyai gejala – gejala kurang perhatian menunjukkan :
• Mudah sekali terganggu, kurang detail, pelupa &#038; sering berubah aktivitas ke aktivitas lain.
• Sukar fokus pada sesuatu.
• Mudah bosan dari sebuah tugas meskipun hanya untuk beberapa menit, meskipun dia
melakukan yang disenangi sekalipun.
• Sulit perhatian pada fokus mengatur dan menyelesaikan sebuah tugas ataupun belajar
sesuatu yang baru.
• Bermasalah dalam menyelesaikan tugas rumah, sering kehilangan (contoh : pensil, peralatan,
dll) yang dibutuhkan untuk melengkapi tugas atau aktivitas – aktivitas.
• Tidak mendengarkan ketika kita berbicara padanya.
• Suka melamun, mudah panik, dan gerak yang lambat.
• Sulit menangkap informasi yang cepat dan menyampaikan secara akurat pada orang lain.
• Sangat berjuang bila mengikuti intruksi.

Anak – anak yang mempunyai gejala – gejala impulsif menunjukkan :
• Sangat tidak sabar.
• Sangat ekpresif, menunjukkan emosi – emosinya tanpa lelah dan bertindak tanpa takut
terhadap konsekuensinya.
• Mempunyai kesulitan untuk menunggu sesuatu apa yang menjadi keinginannya ataupun
menunggu gilirannya dalam sebuah permainan.
• Selalu menginterupsi percakapan atau aktivitas orang lain.

Anak – anak yang mempunyai gejala – gejala hiperaktif menunjukkan :
• Perasaan gelisah dan terus bergeliat selama duduk.
• Berbicara tanpa henti.
• Lari berkeliling, menyentuh atau bermain dengan apapun dan tiap benda dipandangannya.
• Bermasalah dengan duduk tenang selama makan, di sekolah dan saat mendongeng.
• Terus – menerus bergerak.
• Mempunyai kesulitan melakukan tugas atau aktivitas dengan tenang.

Kiranya penjelasan di atas bisa memenuhi kebutuhan Ibu untuk lebih mengetahui kebutuhan dari keponakan Ibu. Apabila ada hal yang dapat disharingkan lebih lanjut, dipersilahkan untuk menyampaikan hal ini pada respon berikutnya. Dengan senang hati kami siap mendengarkan kabar selanjutnya ?

Salam hangat,
Moderator</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo juga Ibu Lani,</p>
<p>Senang sekali bisa berkenalan dan berjumpa dengan Ibu meskipun melalui web blog SLC. Kami juga bisa merasakan apa yang dialami oleh keponakan ibu.</p>
<p>Menurut dari beberapa referensi yang diketahui bahwa wajar bila pada usia belia, anak – anak menjadi kesulitan mengkontrol tingkah laku (impulsif). Namun ketidakmampuan masa kanak – kanak yang umum ini jangan sampai berlanjut sampai masa remaja bahkan dewasa. Oleh karena itu kita perlu mencari akar masalah mengapa keponakan ibu menjadi impulsif.</p>
<p>Kemarahan yang ditunjukkan dengan sering menyahut, meninju atau mendorong teman, membanting barang, membalik kursi ke meja sehingga pecah adalah bentuk ekspresi dari komunikasi yang ingin ditunjukkannya kepada orang lain. Akar dari kemarahan inilah yang seharusnya dicari dengan cara komunikasi terbuka dari hati ke hati. Posisikan diri kita sebagai anak yang masih berusia 7 tahun yaitu dengan menggunakan bahasa dan cara berpikir (menganalisa keadaan) anak seusianya.</p>
<p>ADHD atau yang dikenal sebagai attention deficit hyperactivity disorder ditunjukkan dengan kesulitan tetap fokus (kurang perhatian), kesulitan mengkontrol tingkah laku (impulsif), dan hiperaktif (aktif yang berlebihan). Seseorang boleh dikatakan sebagai penyandang ADHD apabila mempunyai diagnosa ketidakmampuan yang ditunjukkan dengan enam tanda – tanda di bawah ini atau lebih, selama enam bulan atau lebih, serta gejala yang ditunjukkan lebih banyak daripada seumurnya.</p>
<p>Adapun gejala – gejala ADHD dapat digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu :<br />
1. Predominantly hyperactive-impulsive (Dominansi hiperaktif – impulsif)<br />
Menunjukkan enam gejala atau lebih dari kategori hiperaktf – impulsif.<br />
2. Predominantly inattentive (Dominansi kurang memperhatikan)<br />
Sebagian besar enam gejala atau lebih dari gejala kurang memperhatikan. Mereka kurang tertarik terhadap kebersamaan atau mempunyai kesulitan bersama teman – teman yang lain. Mereka mampu duduk diam namun mereka tidak dapat memperhatikan hal yang mereka lakukan. Oleh karena itu, anak ini mungkin terabaikan, dan kedua orang tua dan para guru tidak memperhatikan bahwa anak ini ADHD.<br />
3. Combined hyperactive-impulsive and inattentive (Kombinasi hiperaktif – impulsif dan kurang memperhatikan). Kebanyakan anak merupakan tipe kombinasi ini. Perawatan dapat menyembuhkan beberapa penyandang gejala ini, namun tetap tidak dapat sembuh total. Dengan perawatan, banyak orang dengan ADHD dapat sukses di sekolah dan memimpin kehidupan yang produktif.</p>
<p>Anak – anak yang mempunyai gejala – gejala kurang perhatian menunjukkan :<br />
• Mudah sekali terganggu, kurang detail, pelupa &#038; sering berubah aktivitas ke aktivitas lain.<br />
• Sukar fokus pada sesuatu.<br />
• Mudah bosan dari sebuah tugas meskipun hanya untuk beberapa menit, meskipun dia<br />
melakukan yang disenangi sekalipun.<br />
• Sulit perhatian pada fokus mengatur dan menyelesaikan sebuah tugas ataupun belajar<br />
sesuatu yang baru.<br />
• Bermasalah dalam menyelesaikan tugas rumah, sering kehilangan (contoh : pensil, peralatan,<br />
dll) yang dibutuhkan untuk melengkapi tugas atau aktivitas – aktivitas.<br />
• Tidak mendengarkan ketika kita berbicara padanya.<br />
• Suka melamun, mudah panik, dan gerak yang lambat.<br />
• Sulit menangkap informasi yang cepat dan menyampaikan secara akurat pada orang lain.<br />
• Sangat berjuang bila mengikuti intruksi.</p>
<p>Anak – anak yang mempunyai gejala – gejala impulsif menunjukkan :<br />
• Sangat tidak sabar.<br />
• Sangat ekpresif, menunjukkan emosi – emosinya tanpa lelah dan bertindak tanpa takut<br />
terhadap konsekuensinya.<br />
• Mempunyai kesulitan untuk menunggu sesuatu apa yang menjadi keinginannya ataupun<br />
menunggu gilirannya dalam sebuah permainan.<br />
• Selalu menginterupsi percakapan atau aktivitas orang lain.</p>
<p>Anak – anak yang mempunyai gejala – gejala hiperaktif menunjukkan :<br />
• Perasaan gelisah dan terus bergeliat selama duduk.<br />
• Berbicara tanpa henti.<br />
• Lari berkeliling, menyentuh atau bermain dengan apapun dan tiap benda dipandangannya.<br />
• Bermasalah dengan duduk tenang selama makan, di sekolah dan saat mendongeng.<br />
• Terus – menerus bergerak.<br />
• Mempunyai kesulitan melakukan tugas atau aktivitas dengan tenang.</p>
<p>Kiranya penjelasan di atas bisa memenuhi kebutuhan Ibu untuk lebih mengetahui kebutuhan dari keponakan Ibu. Apabila ada hal yang dapat disharingkan lebih lanjut, dipersilahkan untuk menyampaikan hal ini pada respon berikutnya. Dengan senang hati kami siap mendengarkan kabar selanjutnya ?</p>
<p>Salam hangat,<br />
Moderator</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Disiplin dan Emosi Anak by lany</title>
		<link>http://slcbali.com/disiplin-dan-emosi-anak/#comment-288</link>
		<dc:creator>lany</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 06:46:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=10#comment-288</guid>
		<description>Halo, salam kenal...

Saya punyakepobakan laki2 berumur 7 th. Dia mudah sekali marah, dari kecil sifat pemarahnya sudah terlihat.
Waktu mulai sekolah dia sering sekali memukul temannya, seperti di meninju, mendorong.
Dia juga susah sekali untuk diberi pengertian, danseringkali menjawab (menyahut) kalau di diberikan penjelasan (sama siapa saja, termasuk neneknya) kalo dia lg marah dirumah dia bisa membanting2 barang, membalikkan kursi, membanting kursi ke meja sampai pecah.
Apa perilaku seperti ini bisa dikategorikan sbg ADHD? Mohon pertolongannya.....


terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo, salam kenal&#8230;</p>
<p>Saya punyakepobakan laki2 berumur 7 th. Dia mudah sekali marah, dari kecil sifat pemarahnya sudah terlihat.<br />
Waktu mulai sekolah dia sering sekali memukul temannya, seperti di meninju, mendorong.<br />
Dia juga susah sekali untuk diberi pengertian, danseringkali menjawab (menyahut) kalau di diberikan penjelasan (sama siapa saja, termasuk neneknya) kalo dia lg marah dirumah dia bisa membanting2 barang, membalikkan kursi, membanting kursi ke meja sampai pecah.<br />
Apa perilaku seperti ini bisa dikategorikan sbg ADHD? Mohon pertolongannya&#8230;..</p>
<p>terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengapa Anak Malas Belajar? Sebuah Pertanyaan! by admin</title>
		<link>http://slcbali.com/mengapa-anak-malas-belajar-sebuah-pertanyaan/#comment-22</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 08:28:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=13#comment-22</guid>
		<description>Hai Ibu Intan, wah senang sekali bila bisa bergabung di dalam blog ini.

Menurut pengamatan dan pengalaman kami, anak - anak belajar berdasarkan emosi. Jadi mereka membutuhkan atmosfer belajar yang mendukung. 

Mereka memerlukan tahapan - tahapan dalam proses belajar mengajarnya.

Tahapan awal atau yang dikenal sebagai warming up dan tahapan akhir yang dikenal sebagai cooling down sangat diperlukannya.

Hal - hal apakah yang ada di dalam wanrming up serta cooling down ?

Tentu saja hal - hal yang menarik secara emosi, yaitu hal - hal yang menyenangkan mereka dulu.

Khususnya untuk warming up, hal ini sangat diperlukan untuk membuat si anak siap memasuki proses belajar...

Isi dari warming up atau cooling down, bisa bermain dulu, intinya buat si anak merasa gembira. Bisa juga beri bahasa kasihnya ( ada lima jenis bahasa kasih yaitu : sentuhan fisik, pujian, hadiah, waktu berkualitas dan pelayanan )

Setelah itu masuk ke menu utama yaitu belajar yang sesungguhnya.

Sehabis menu utama selesai, jangan lupa ditutup dengan cooling down.

Mengingat bahwa seorang anak belajar berdasarkan emosinya, maka sangat diperlukan untuk menutup tahapan proses belajar dengan sesuatu yang menyenangkan dirinya.

Isi cooling down kurang lebih sama seperti warming up. Bisa juga ditutup dengan sebuah cerita moral.

Anak mudah ingat namun mudah melupakan, oleh karena itu proses cooling down jangan sampai terlewatkan atau diabaikan.

Kita sebagai pengajarnya perlu menghapus semua memori yang kurang baik saat menu utama disampaikan. Misal : selama proses belajar, kita terpaksa harus mendisiplinkan dia karena dia tidak memperhatikan kita. Bila diperlukan kedisiplinan dapat digunakan dalam menu utama.

Oleh karena itu kita perlu menghapusnya dalam cooling down. Sehingga si anak mengingat hal akhir yang menyenangkan dan bersemangat untuk belajar di pertemuan berikutnya...

Jadi rayuan yang Ibu maksud memang benar sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar si anak. Caranya buat dia senang dengan mengajak bermain hal - hal yang disenangin si anak dulu, beri cerita, atau berikan bahasa kasihnya. Singkat kata, diperlukan senyum si anak sebelum dan sesudah belajar...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Ibu Intan, wah senang sekali bila bisa bergabung di dalam blog ini.</p>
<p>Menurut pengamatan dan pengalaman kami, anak - anak belajar berdasarkan emosi. Jadi mereka membutuhkan atmosfer belajar yang mendukung. </p>
<p>Mereka memerlukan tahapan - tahapan dalam proses belajar mengajarnya.</p>
<p>Tahapan awal atau yang dikenal sebagai warming up dan tahapan akhir yang dikenal sebagai cooling down sangat diperlukannya.</p>
<p>Hal - hal apakah yang ada di dalam wanrming up serta cooling down ?</p>
<p>Tentu saja hal - hal yang menarik secara emosi, yaitu hal - hal yang menyenangkan mereka dulu.</p>
<p>Khususnya untuk warming up, hal ini sangat diperlukan untuk membuat si anak siap memasuki proses belajar&#8230;</p>
<p>Isi dari warming up atau cooling down, bisa bermain dulu, intinya buat si anak merasa gembira. Bisa juga beri bahasa kasihnya ( ada lima jenis bahasa kasih yaitu : sentuhan fisik, pujian, hadiah, waktu berkualitas dan pelayanan )</p>
<p>Setelah itu masuk ke menu utama yaitu belajar yang sesungguhnya.</p>
<p>Sehabis menu utama selesai, jangan lupa ditutup dengan cooling down.</p>
<p>Mengingat bahwa seorang anak belajar berdasarkan emosinya, maka sangat diperlukan untuk menutup tahapan proses belajar dengan sesuatu yang menyenangkan dirinya.</p>
<p>Isi cooling down kurang lebih sama seperti warming up. Bisa juga ditutup dengan sebuah cerita moral.</p>
<p>Anak mudah ingat namun mudah melupakan, oleh karena itu proses cooling down jangan sampai terlewatkan atau diabaikan.</p>
<p>Kita sebagai pengajarnya perlu menghapus semua memori yang kurang baik saat menu utama disampaikan. Misal : selama proses belajar, kita terpaksa harus mendisiplinkan dia karena dia tidak memperhatikan kita. Bila diperlukan kedisiplinan dapat digunakan dalam menu utama.</p>
<p>Oleh karena itu kita perlu menghapusnya dalam cooling down. Sehingga si anak mengingat hal akhir yang menyenangkan dan bersemangat untuk belajar di pertemuan berikutnya&#8230;</p>
<p>Jadi rayuan yang Ibu maksud memang benar sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar si anak. Caranya buat dia senang dengan mengajak bermain hal - hal yang disenangin si anak dulu, beri cerita, atau berikan bahasa kasihnya. Singkat kata, diperlukan senyum si anak sebelum dan sesudah belajar&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mengapa Anak Malas Belajar? Sebuah Pertanyaan! by intan</title>
		<link>http://slcbali.com/mengapa-anak-malas-belajar-sebuah-pertanyaan/#comment-4</link>
		<dc:creator>intan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 03:56:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?p=13#comment-4</guid>
		<description>cara merayu anak spy belajar jd menarik..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cara merayu anak spy belajar jd menarik..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tentang SLC Bali by maria</title>
		<link>http://slcbali.com/about/#comment-3</link>
		<dc:creator>maria</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 08:36:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://slcbali.com/?page_id=2#comment-3</guid>
		<description>Tulisan slcbali.com di kiri atas mengganggu logo slc biru yg keren itu... ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan slcbali.com di kiri atas mengganggu logo slc biru yg keren itu&#8230; ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
