Rahasia Kecerdasan Anak

SLC - Smart Living Center - Pusat Hidup Cerdas / Juara Dunia Kecerdasan


Archive for the ‘Keluarga Cerdas’


Menjadwalkan “Obrolan Wanita” 0

Posted on September 05, 2010 by admin

Daripada menunggu hingga stress menumpuk, lebih baik menjadwalkan Obrolan Wanita, seperti menjadwalkan kencan atau terapi. Obrolan wanita jauh lebih efektif ketika direncanakan dan wanita bisa menanti – nantikannya.

Idealnya sekitar 10 menit dan dilakukan sedikitnya tiga kali dalam seminggu. Mengekpresikan bagaimana perasaannya terhadap perubahan yang menimbulkan stress atau kesulitan dalam hidupnya.

Wanita yang tidak cukup banyak bicara 0

Posted on September 04, 2010 by admin

Aturan dasar dalam komunikasi gender adalah pria tidak boleh berbicara lebih banyak daripada wanita.

Banyak wanita dewasa ini bahkan tidak tahu bahwa mereka perlu mengekspresikan emosi. Mereka pikir mengungkap masalah mereka terhadap pasangan adalah tradisi tahun 1950 – an.

Cara kerja “Obrolan Wanita” 0

Posted on September 03, 2010 by admin

Tujuan wanita dalam berbicara hanya untuk mencurahkan hal yang mengganggunya. Semakin sedikit yang dia harapkan dari pria, semakin baik dia akan merasa, dan semakin banyak yang mau dilakukan pria pada akhirnya.

Manfaat “Obrolan Wanita” 0

Posted on September 02, 2010 by admin

Percakapan satu sisi tersebut tentu saja bukan cara khas wanita berbicara, tetapi sungguh merupakan penghasil oksitosin yang luar biasa. Kalau wanita bicara dan pria mendengarkan, wanita seperti menjalani terapi.

Untuk konseling, dia datang untuk membantu dirinya, sebenarnya wanita hanya berbagi perasaan.

Dua manfaat dari “Obrolan Wanita” yang juga muncul dalam sesi terapi, yaitu :

Apa yang perlu diwaspadai dari obrolan wanita - pria cerdas ? 0

Posted on September 01, 2010 by admin

Untuk membantu wanita mengatasi stress akibat tidak bisa berbicara bebas di siang hari, pria bisa mendengarkan tanpa berniat memperbaiki atau memecahkan masalah.

Wanita berbicara tanpa berniat memecahkan masalahnya melainkan sekedar menjalin ikatan batin sebagai kebutuhan dasar, tanpa mengharapkan suatu hasil apa – apa.

Menyediakan waktu bagi wanita untuk berbicara tentang perasaannya 0

Posted on August 31, 2010 by admin

Kalau mengobrol artinya wanita yang berbicara sementara pria hanya mendengarkan untuk membuatnya merasa lebih baik, pria bisa dengan mudah melakukan itu.

Kalau wanita ingin memecahkan masalah dengan pasangan, dia perlu berbicara dengan bahasa pria dan menghilangkan perasaan yang saling bertumpang tindih.

Hal terbaik adalah memfokuskan pada perasaan wanita dahulu sebelum berusaha memecahkan masalah.

Berbicara tentang perasaan pada waktu yang salah 0

Posted on August 30, 2010 by admin

Wanita sering merusak keberhasilan suatu hubungan dengan mengungkapkan perasaan pada saat yang tidak tepat. Wanita secara tidak sadar memulai argumentasi atau mengungkapkan keluhan terhadap sesuatu hanya sebagai cara melepaskan perasaannya.

Wanita bisa berbicara panjang lebar padahal sekadar kata “tidak” saja sudah cukup memberi informasi.

Membahas perasaan di zona bebas percekcokan 0

Posted on August 29, 2010 by admin

Percakapan bisa jadi melelahkan bagi pria atau berubah menjadi percekcokan.

Dalam dunia kerja, perasaan selalu dikesampingkan, kita harus melayani dengan cara menyelesaikan pekerjaan yang ada.

Karena perasaan dikesampingkan dalam lingkungan kerja, wanita perlu mengembalikannya saat berada di rumah.

Cara berbaikan 0

Posted on August 28, 2010 by admin

Setelah merenung dan mengatasi perasaan sendiri, mengatakan menyesal dan mau berbaikan sudah merupakan pernyataan sangat berarti.

Selama waktu jeda, hal ini membantu melepaskan perasaan terluka jika menulis surat untuk diri sendiri, mengungkapkan kata – kata yang ingin anda dengar. Dengan melakukan itu, anda bebas merasakan hati yang kembali terbuka.

Perilaku buruk itu tidak dipengaruhi perbedaan gender 0

Posted on August 27, 2010 by admin

Menikmati atau merasa berkuasa ketika ditakuti oleh orang lain, akibat masa lalu yang belum terselesaikan dari orang tua atau ketidakmatangan. Emosi yang meledak – ledak atau mendiamkan sebagai cara untuk mengancam, mempermalukan atau menghukum pasangan. Ini reaksi mengontrol dan memanipulasi untuk menyakitinya. Emosi negatif untuk mengintimidasi orang lain, membuatnya merasa bersalah, atau sekedar “menyulitkan”.



↑ Top