Lomba Warna & Gambar utk Umum, Bali Bird Park - 26 April 2009!


Yang dikatakan lamban adalah anak-anak yang mengalami kesukaran untuk mengerti konsep-konsep yang dijelaskan kepadanya. Sehingga dia memerlukan waktu yang lebih lama untuk bisa memahaminya dan biasanya itu terlihat sewaktu dia memasuki SD.
Pada dasarnya anak yang lamban ini memang kita kategorikan secara lebih spesifik, yaitu yang ber-IQ di bawah rata-rata.
Anak-anak yang penurut sekali biasanya menjadi anak yang rela dan ringan tangan membantu kita, dia adalah anak yang peka jikalau kita lagi susah, anak ini sungguh menyenangkan.
Kelemahannya adalah sukar membatasi diri dengan orang lain, sehingga dia menjadi korban, pemanfaatan orang lain.
Ketika kita mencela, mengkritik, mengomel, dan mengoreksi anak, fokus perhatian kita adalah pada kesalahan atau kekurangan anak.
Tetapi ketika kita memuji, yang kita temukan adalah kelebihan atau hal positif yang anak miliki.
Dengan demikian, pada saat kita memuji anak, perilaku anak yang baik itu diperkuat. Anak pun akan lebih suka mengulang perbuatan baiknya itu, dan dengan itu ia membentuk kebiasaan baik.
Ibarat tabula rasa, anak terbuka untuk menerima bentukan. Tinggal tergantung pada kita, orang tua, apakah kita tekun membentuknya atau tidak.
Pada prinsipnya, kita meyakini bahwa kebiasaan melahirkan karakter, itu sebabnya kita perlu menanamkan kebiasaan yang baik pada anak agar pada akhirnya ia dapat mengembangkan karakter yang baik pula.
Di bawah ini akan dipaparkan beberapa masukan bagi orang tua untuk membentuk kebiasaan anak yang positif.
Takut sekolah terjadi bukan hanya pada anak-anak yang baru pertama kali sekolah, tetapi ada anak-anak yang mungkin seminggu, dua minggu atau bahkan beberapa bulan pertama sekolah tiba-tiba menjadi takut sekolah.
Ciri-ciri anak yang takut sekolah ini sbb:
Latar belakang yang menyebabkan respek anak terhadap orang tua pada masa sekarang menurun:
• Saat ini kita sedang memasuki iklim yang baru yaitu iklim demokrasi. Iklim ini mewabah dan telah benar-benar mempengaruhi dunia secara keseluruhan sehingga akibatnya kita tidak mudah untuk menghormati seseorang berdasarkan statusnya atau siapa.
Ibarat batu, kadang kita menemukan karakter anak yang negatif dan susah diubah. Misalnya, ada anak yang terlalu mudah menyerah, ada yang mau menang sendiri dan tidak rela mengalah, ada yang cepat berbohong dan berpura-pura, ada yang mudah cemas, ada yang mudah marah, dan sebagainya. Kita telah memastikan bahwa sifat itu bukanlah reaksi atau akibat didikan dan perlakuan kita terhadapnya. Segala cara telah kita gunakan namun tidak membuahkan hasil.
Dewasa ini banyak orangtua mengeluh bahwa anak mereka malas belajar dan bahwa kesenangannya hanyalah bermain.
Pertanyaannya adalah, mengapa?
1. Sekarang bersekolah telah melebihi pekerjaan purnawaktu dan anak membutuhkan porsi waktu santai yang lebih besar.
Kecenderungan orangtua adalah memiliki tuntutan atau harapan, harapan kita sebetulnya adalah anak kita itu seharusnya lebih baik dari pada kita, atau sekurang-kurangnya sama dengan kita.
Waktu anak kita tiba-tiba melakukan atau menjadi yang tidak kita inginkan seringkali kita terluka.
Penyebab kenapa orang tua kecewa terhadap anaknya adalah sbb: